Hindari Provokasi, Max Ohee Minta Masyarakat Papua Jaga Kedamaian

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 04:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura — Menyikapi meningkatnya rencana aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Papua yang mengangkat isu hak penentuan nasib sendiri, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.

Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia–Papua yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP), Max Ohee, mengajak seluruh elemen masyarakat, baik peserta aksi maupun warga umum, untuk menyikapi dinamika yang berkembang dengan bijak serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak yang dijamin dalam negara demokrasi, namun harus dilakukan secara damai dan tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita semua harus memahami bahwa menyampaikan pendapat itu adalah hak, tetapi harus dilakukan dengan cara yang santun, damai, dan tidak merugikan kepentingan masyarakat luas,” ujar Max Ohee.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas dengan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya di media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat dapat memperkeruh suasana dan memicu konflik di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Tokoh Pemuda Puncak Jaya Serukan Persatuan dan Tolak Konflik di Tengah Masyarakat

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak membesar-besarkan isu yang berkembang. Saring setiap informasi sebelum dibagikan, karena hal itu sangat menentukan situasi keamanan di Papua,” tegasnya.

Lebih lanjut, Max Ohee mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan persatuan di tengah berbagai perbedaan pandangan yang ada.

“Papua adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga kedamaian ini dengan saling menghargai dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan,” tambahnya.

Di sisi lain, aparat keamanan disebut telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan dengan pendekatan humanis guna memastikan setiap aktivitas masyarakat, termasuk aksi penyampaian aspirasi, dapat berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.

Masyarakat pun diharapkan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa serta terus menjaga semangat persatuan dan kesatuan. Situasi yang aman dan kondusif dinilai menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga stabilitas serta kedamaian di Papua.(rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel konteksnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keluarga Korban Memohon Kepastian Nasib 9 Perempuan Jila yang Diculik OTK
Toname Mom Ajak Masyarakat Jaga Keamanan, Kedamaian dan Kelestarian Lingkungan
Kirenius: Keamanan dan Pembangunan Harus Berjalan Beriringan di Puncak Jaya
Max Ohee Ajak Generasi Muda Papua Pahami Sejarah dan Jaga NKRI
Jhon Kogoya Serukan Masyarakat Nabire Bijak Sikapi Isu Jelang HUT RI ke-81
Laskar Merah Putih Provinsi Papua Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Dengan Rencana Aksi Tanggal 15 Agustus di Kota Jayapura
Tokoh Pemuda Ilaga Utara Imbau Warga Puncak Hormati Hari Kemerdekaan RI
Derek Alom Dorong Para Tokoh Bersatu Jaga Keamanan Jelang HUT RI Ke-81
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:21 WIB

Keluarga Korban Memohon Kepastian Nasib 9 Perempuan Jila yang Diculik OTK

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Toname Mom Ajak Masyarakat Jaga Keamanan, Kedamaian dan Kelestarian Lingkungan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Kirenius: Keamanan dan Pembangunan Harus Berjalan Beriringan di Puncak Jaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Max Ohee Ajak Generasi Muda Papua Pahami Sejarah dan Jaga NKRI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Jhon Kogoya Serukan Masyarakat Nabire Bijak Sikapi Isu Jelang HUT RI ke-81

Berita Terbaru