Keluarga Korban Memohon Kepastian Nasib 9 Perempuan Jila yang Diculik OTK

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timika – Ketegangan dan kecemasan melanda keluarga dari sembilan perempuan yang dilaporkan disandera oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) dalam insiden berdarah di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada 17 Agustus 2026 lalu. Insiden tersebut juga menewaskan satu orang korban jiwa. Pada Selasa (2/9/2026), pihak keluarga secara resmi menyampaikan pernyataan sikap di Timika, mendesak adanya kepastian mengenai nasib para sandera.

Dalam pernyataannya, keluarga korban menegaskan bahwa fokus utama mereka hanyalah keselamatan dan kepulangan anggota keluarga mereka, terpisah dari dinamika konflik atau aksi lain yang mungkin terjadi di wilayah Jila.

“Amolongo Nimaome Saipa, salam sejahtera untuk kita semua. Kami sebagai keluarga korban dan sandera dari Jila ingin menyampaikan hal ini. Yang kami bicarakan tidak berkaitan dengan aksi-aksi lain di Jila. Kami hanya khusus berbicara tentang anak-anak kami yang dibawa,” bunyi pernyataan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga korban menyerukan agar pihak yang menahan sembilan perempuan tersebut segera memberikan informasi mengenai kondisi dan lokasi keberadaan mereka saat ini. Mereka berharap ada jalur komunikasi yang terbuka demi menghindari eskalasi kekerasan lebih lanjut.

Baca Juga:  Menyambut Nataru, Kepala Suku Jayawijaya di Keerom Serukan Perdamaian dan Produktivitas Warga

“Kami keluarga minta pelaku dapat memberikan informasi kepastian, anak-anak itu sekarang di mana?” tanya pihak keluarga dengan nada memohon.

Lebih jauh, keluarga menetapkan batas waktu harapan mereka. Mereka mendesak agar para sandera dipulangkan dalam waktu dekat, paling lambat dalam dua bulan ke depan. “Kami minta agar dalam waktu dekat pulangkan anak-anak kami sebelum dua bulan ke depan,” tegas perwakilan keluarga.

Di tengah tekanan emosional yang tinggi, keluarga korban tetap mengedepankan jalan damai. Mereka meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan para sandera untuk meneruskan pesan ini kepada pihak penahan, di mana pun mereka berada. Tujuannya adalah agar persoalan ini dapat diselesaikan tanpa menimbulkan korban baru atau konflik berkepanjangan.

Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan doa tulus dari keluarga korban. “Tuhan memberkati selalu,” ucap mereka, seraya berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar para sandera segera mendapat perlindungan dan kembali ke pelukan keluarga.(rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel konteksnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirenius Telenggen: Mari Bersatu Menjaga Keamanan dan Mendukung Pembangunan Puncak Jaya
Kepala Suku Gome Ajak Masyarakat dan TNI-Polri Jaga Keamanan di Kabupaten Puncak
Tokoh Masyarakat Baburia Ajak Warga Keerom Jaga Persatuan dan Kedamaian
Pemuda Adat Papua Imbau Warga Jaga Kamtibmas Usai Insiden Bendera di USTJ Jayapura
Menyambut Nataru, Kepala Suku Jayawijaya di Keerom Serukan Perdamaian dan Produktivitas Warga
Menjaga Asa Damai dari Tapal Batas RI-PNG, Tokoh Adat Keerom Serukan Masyarakat Papua Bersatu
Kepala Suku Moni Ajak Masyarakat Paniai Jaga Kamtibmas dan Waspadai Potensi Gangguan Keamanan
Ketua LMA Papua Pegunungan Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Jelang Kunjungan Menko Polkam di Wamena
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Kepala Suku Gome Ajak Masyarakat dan TNI-Polri Jaga Keamanan di Kabupaten Puncak

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Tokoh Masyarakat Baburia Ajak Warga Keerom Jaga Persatuan dan Kedamaian

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Pemuda Adat Papua Imbau Warga Jaga Kamtibmas Usai Insiden Bendera di USTJ Jayapura

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Menyambut Nataru, Kepala Suku Jayawijaya di Keerom Serukan Perdamaian dan Produktivitas Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Menjaga Asa Damai dari Tapal Batas RI-PNG, Tokoh Adat Keerom Serukan Masyarakat Papua Bersatu

Berita Terbaru