Wamena – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi generasi muda, Polres Jayawijaya melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) melaksanakan kegiatan Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) di Kampung Wesakma, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Jayawijaya KOMPOL Albertus Mabel, S.I.K., M.A.P., didampingi Kasat Binmas IPDA Abu Bakar, S.Sos., bersama personel Sat Binmas serta kelompok pemuda dan masyarakat Kampung Wesakma.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Jayawijaya menyampaikan bahwa Program POLIRAN merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya generasi muda yang belum memiliki pekerjaan tetap, dengan mendorong mereka untuk melihat dan memanfaatkan potensi ekonomi yang tersedia di lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa wilayah Wouma memiliki potensi sumber daya alam berupa material galian C yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha produktif. Salah satunya melalui kerja sama dengan para kontraktor maupun pihak yang memiliki modal untuk mengembangkan usaha pengolahan material bangunan, seperti pembuatan batako.
Menurutnya, potensi pasir yang tersedia dapat menjadi modal awal untuk menciptakan peluang usaha, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda setempat sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Wakapolres juga mengajak aparat kampung, tokoh masyarakat, serta para pemuda untuk bersama-sama membangun komunikasi dan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang dapat mendukung pengembangan usaha tersebut.
Selain mendorong kemandirian ekonomi, Wakapolres Jayawijaya turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia mengimbau generasi muda agar menjauhi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, aksi premanisme, serta segala bentuk perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan dapat merusak masa depan.
Generasi muda juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun berita bohong (hoaks) yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara baik.
Sementara itu, Kepala Kampung Wesakma, Yusuf Lagoan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Polres Jayawijaya melalui Program POLIRAN. Ia menjelaskan bahwa secara umum situasi keamanan di kampungnya relatif aman dan kondusif, meskipun masih terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian masyarakat terkait aktivitas pesta minuman keras.
Ia juga menyampaikan sejumlah masukan terkait upaya pencegahan peredaran narkotika dan barang terlarang lainnya, serta menegaskan kesiapan masyarakat untuk mendukung langkah-langkah kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kami masyarakat Kampung Wesakma siap bekerja sama dan menjadi mitra Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Apabila terdapat hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, kami akan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian,” ungkap Yusuf Lagoan.
Melalui kegiatan ini, Polres Jayawijaya berharap terjalin hubungan kemitraan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, sekaligus mendorong pemuda Kampung Wesakma agar lebih produktif, mandiri, dan mampu memanfaatkan potensi daerah sebagai peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
Polres Jayawijaya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepala kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh pemuda Kampung Wesakma atas keterbukaan dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat masyarakat dan bagian dari solusi dalam mendorong kesejahteraan serta masa depan generasi muda di Kabupaten Jayawijaya.

























